Friday, August 5, 2011

A. Definisi Jujur

1. Definisi Jujur Secara Etimologi

Secara etimologi, jujur merupakan lawan kata dusta. Dalam bahasa Arab diungkapkan dengan "Ash-Shidqu" sedangkan "Ash-Shiddiq" adalah orang yang selalu bersikap jujur baik dalam perkataan mau pun perbuatan (4)
Allah swt. berfirman,

"..maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (an-Nisa' [4]:69)
Maksud "para pecinta kebenaran" pada ayat di atas adalah mereka yang gemar bersikap jujur, mengakui kebenaran, atau orang yang mempraktikkan apa dikatakanya. Ada juga yang menafsirkan bahwa mereka adalah pengikut terbaik paar nabi yang denngan segera mengakui kebenaran knabian, seperti Abu Bakar r.a.

Allah swt. berfirman

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar." (at-Taubah [9]:119)

Maksud dari "orang-orang yang benar" yang diperintahkan Allah untuk kita teladani pada ayat di atas adalah mereka yang selalu bersama dengan Rasulullah saw., bukan dengan orang-orang munafik.

Ayat di atas memerintahkan kita untuk mengikuti jejak dan jalan orang-orang yang benar. Sebagai ulama, berpendapat bahwa mereka adalah para nabi. Disebutkan pula bahwa mereka adalah orang-orang yang selalau menepati janjinya. Pendapat lain mengatakan, mereka adalah kaum muhajirin. Ada juga yang berkata, mereka adalah orang-orang yang memiliki keseimbangan lahir dan batin (5)  , dan orang-orang yang gemar membawa kebenaran kemudian membenarkannya seperti firman Allah swt.,

"Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa." (az-Zumar [39]:33)

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini. Ada yang menasirkan bahwa pembawa kebenaran itu adalah Rasulullah saw. Ulama yang lain menafsirkan bahwa dia adalah malaikat Jibril, sedangkan kebenaran yang membawanya risalah tauhid, yaitu la ilaha illallah.

Diriwayatkan dari Mujahid, bahwa maksud firman Allah swt. "Orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya," adalah mereka yang  gemar membaca Al-Quran, kelak pada hari Kiamat orang-orang mukmin akan berkata, "Inilah yang telah kamu berikan kepada kami ketika di dunia maka kami melaksanakan perintahmu yang terdapat di dalamnya."

Ibnu Katsir mengatakan bahwa penafsiran Mujahid tersebut mencakup semua orang mukmin karena mereka selalu berkata benar dan mengamalkannya. Rasulullah saw. adalah manusia yang paling pantas dimasukkan ke dalam maksud ayat tersebut karena beliaulah yang telah membawa kebenaran dan membenarkan para rasul sebelumnya serta mengimani kitab yang diturunkan Allah swt. kepadanya, demikian pulahalnya dengan orang-orang mukmin, semuanya beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, dan para rasul-Nya.

Diriwayatkan juga dari Zaid bin Aslam r.a, bahwa maksud orang yang membawa kebenaran adalah rasulullah saw., sedangkan yang membenarkannya adalah orang-orang muslim. (6)

4.Ar-Ragib, al-Mufradat, hlm 277
5. Al-Qurthubi, al-Jami li Ahkamil-Qur-an, jilid VIII, hlm. 288
6. Tafsir Ibni Katsir, jilid IV, hlm. 58-59


2. Definasi Jujur Secara Terminologi

Para ulama berbeda pendapat dalam memberikan definasi jujur secara termino;ogi, di antara definasi jujur mengikut para ulama terebut adalah sebagai berikut.

a)  Jujur adalah kata hati yang sesuai dengan yang diungkapkan. Jika   salah satu   syarat itu   ada yang hilang, belum mutlak disebut jujur. (Raqib)

b)  Jujur adalah hukum yang sesuai dengan kenyataan, dengan kenyataan, dengan kata lain, lawan dari bohong.(7) (Jurjani)

c)  Jujur adalah kesesesuaian antara lahir dan batin, ketika keadaan seseorang tidak didustakan  dengan tindakan-tindakannya, begitu pula sebaliknya.

d)  Para ulama menjadikan ikhlas sebagai perkara yang tidak boleh luput dan kejujuran itu sifatnya lebih umum, yakni  bahwa semua orang yang jujur sudah tentu ikhlas. tetapi tidak semua orang yang ikhlas itu jujur.

e)  Imam Junaid pernah ditanya tentang makna ikhlas dan jujur, "Apakah keduanya sama atau berbeda?' Dia menjawab, "Keduanya berbeda. Jujur merupakan asas segala sesuatu, sedangkan ikhlas itu tidak dapat terwujud  kecuali setelah masuk dalam amal. Amal terebut pun tidak akan diterima kecuali jika disertai jujur dan ikhlas."(8)

f)  Kejujuran adalah kemurnian hati Anda, keyakinan Anda yang mantap, dan ketulusan amal Anda. (imam Qusyairi)


 7. Jurjani, at-Ta'rifat, hlm 132.
8. Dalilul-Falihin, jilid I, hlm. 202


      








1 comment: